You are here
Home > Uncategorized > Sukhoi Su-35 Multi Role Fighter

Sukhoi Su-35 Multi Role Fighter

Su-35 eksperimental pertama di selesaikan pada musim panas 2007 di Komsomolsk-na-Amure Aviation Production Association (KnAAPO) dan muncul di muka publik pertama kali pada saat Rusia Airshow – MAKS 2007.

Pesawat baru dengan nama lama

Su-35 sudah lama dikenal dalam dunia penerbangan. Sejak tahun 1992, penempur Su-27 versi export (dibuat atas permintaan Angkatan Udara Rusia) sudah melakukan demonstrasi di berbagai pertunjukan udara internasional (Internasional Air Show).

Penempur baru yang ikut dalam tender Angkatan Udara Korea dan Brasil pada awal milenium ini memiliki beberapa kelebihan dan peningkatan kemampuan pada airframe, cockpit, mesin baru, “mata dan telinga” baru.

Airframe

Pertama, peningkatan yang cukup signifikan adalah airframe yang menggunakan bahan titanium alloy secara signifikan sehingga meningkatkan service life dari 4000 hingga 6000 jam, atau 30 tahun operasional (periode sebelum test pertama dan rekondisi, dan antara periode perbaikan telah ditingkatkan hingga 1500 jam, atau 10 tahun operasional). Hal lain yang cukup signifikan adalah penggunaan bahan penyerap radar (RAM: Radar Absorbing Materials) di beberapa bagian airframe sehingga memperkecil cross section pada X-band radar (+/- 60° section).

Konfigurasi aerodinamika sama dengan standar Su-27. Namun berbeda dengan Su-27M dan Su-30MKI yang mempunyai canard (sayap kecil), pada Su-35 canard tersebut di hilangkan dan memiliki lebar sayap serta engine intake yang lebih besar.

Untuk meningkatkan kemampuan pengendalian dan manuver pesawat, Su-35 menggunakan sistem pengendalian terpadu baru KSu-35 fly-by-wire (yang dikembangkan oleh Moskow MNPK Avionika – Research and Production Association, meliputi remote control, automatic control, limiting signals system, air signals system dan chassis wheels braking system).

Sayap tegak pada ekor pesawat (vertical tail) juga tidak sebesar pada Su-27M. Kapasitas tangki bahan bakar juga di tingkatkan dengan mendisain ulang kapasitas volume airframe. Sehingga dapat mengangkut bahan bakar seberat 11.500kg dan dapat dinaikkan hingga 14.300kg dengan menambah 2 tangki (drop tanks) bahan bakar di kedua sayap pesawat. Sebagaimana keluarga Su-27 lainnya, Su-35 juga dilengkapi dengan probe untuk pengisian bahan bakar di udara yang dapat ditarik ke dalam badan pesawat.

Flap rem yang terletak di atas (karakteristik turunan Su-27), pada Su-35, flap rem tersebut di tiadakan. Fungsi pengereman tersebut di lakukan dengan memanfaatkan active rudder.

Rangka Su-35 telah di perkuat karena peningkatan pada beban maksimum take off dan landing pesawat (MTOW dan MLW).

“Jantung” Baru – Saturn 117S

Su-35 menggunakan tenaga pendorong generasi ke-lima buatan NPO Saturn Research and Production Association yaitu izdeliye 117S. Mesin baru yang banyak dikembangkan dari AL-31F turbofan (mesin keluarga Su-27), mampu memberikan 16% daya dorong yang lebih besar dari AL-31F. Memberikan 14.500 kgf daya dorong dengan afterburner dan maksimum 8.800 kgf pada kondisi biasa. Dibandingkan dengn AL-31F, kemampuan tersebut meningkat 2 hingga 2.7 kali.

Service life mesin ditingkatkan dari 1500 hingga 4000 jam, waktu untuk perbaikan meningkat dari 500 menjadi 1000 jam (masa operasi sebelum perbaikan/overhaul pertama adalah 1500 jam). Periode yang dirancang bervarias antara 1500 dan 4000 jam.

Mesin 117S akan diproduksi bersama antara Ufa-Motor Building Association dengan Rybinsk-NPO Saturn Research and Production Association. Produksi pertama di serahkan ke KnAAPO pada awal 2007 untuk di coba pada pesawat Su-35 eksperimen pertama.

Cockpit

Ciri khas pada Su-35 adalah instrumen-instrumen baru dengan konsep “all-glass cockpit”. Sistem avionik terpadu yang terpasang dikontrol oleh pusat informasi dan sistem kontrol. Komponen dari sistem utama adalah dua sentral computer digital, databus digital dan sistem display “glass cockpit”.

Mempunyai dua LCD warna multifungsi ukuran 15” (9×12”) MFI-35 dengan resolusi 1400×1050 pixels, yang digunakan untuk menerima, mengolah dan menampilkan informasi dalam berbagai tampilan (window mode), grafik, numerik, alfabet dan simbol. Juga menjadi tampilan televisi yang diterima dari sensor TV terpasang. Disamping itu, juga menampilkan dan menerima sinyal video dalam format digital ke unit video recorder.

Sebuah prosesor display kontrol panel multifungsi menampilkan data-data yang dibutuhkan dan perintah-perintah dengan menekan tombol-tombol pada tombol array setiap saat dalam penerbangan.

Collimator Heads-Up Display (HUD) dengan sudut pandang lebar (20×30°). Informasi diproses di sinyal-sinyal control.

Sistem perlengkapan persenjataan yang terpasang di cockpit baru Su-35 dikendalikan dari tombol-tombol dan sakelar pada joystick pesawat serta tuas kontrol mesin sebagaimana tombol-tombol pada layar multi fungsi.

HOTAS konsep direalisasikan pada pesawat ini. Layar display dan beberapa perlengkapan sistem avionik Su-35 dikembangkan oleh Instrument Design Bureau – Ramenskoye dan afiliasi perusahaan-perusahaan Tekhnokompleks Research and Production Association.

”Mata dan Telinga”

 

Irbis Phased Array Radar

Sistem radar multifungsi N035 Irbis (Irbis-E versi export), adalah X-band radar 900mm passive phased antena array (PAA) dipasangkan pada perangkat hidraulik two-step (azimuth dan roll) yang dikembangkan oleh VV Tikhomirov Research Institute of Instrument Production. Mempunyai kemampuan yang unik dalam mendeteksi jangkauan sasaran, turunan dari radar Bar N011M, area pencarian yang lebih luas, jangkauan deteksi lebih jauh, frekuensi operasional lebih lebar dan memiliki sistem anti jamming yang lebih baik. Dalam hal radar, Irbis-E bisa di bandingkan dengan radar-radar aktif/pasif PAA buatan Amerika atau Eropa.

Antena dikontrol secara elektronik dengan arah azimunth dan sudut elevasi 60°. Dengan penggunaan kontrol elektornis dan mekanis, perputaran antena dapat ditambah hingga menjadi maksimum 120°.

Radar Irbis-E mampu mendeteksi dan melacak hingga 30 sasaran udara, dan mengamati/menandai 2 sasaran terus-menerus dengan menggunakan semi-active radar homing missile atau hingga 8 sasaran dengan menggunakan active homing missile. Irbis-E juga mampu mendeteksi dan melacak sasaran jet tempur di depan (head-on) pada jarak 350-400km menggunakan deteksi jarak jauh di sektor terbatas (long-range detection mode). Juga di klaim mampu mendeteksi sasaran “super-low-observable” dengan 0.01 m2 RCS pada jarak 90km.

Untuk sasaran darat, radar mampu memetakan medan (terrain mapping) dan target sasaran dengan resolusi yang berbeda-beda menggunakan “Doppler Beam Sharpening (DBS) ” dan “Synthetic Aperture Radar (SAR)”. Dalam mode udara dan darat, radar mampu menjejak ancaman-ancaman udara dengan presisi yang tinggi (active radar homming missiles).

Di masa depan, radar Su-35 di rencanakan mampu untuk menjejak sasaran dibelakang, seperti radar N012 yang di pasangkan di tailboom.

OLS-35 Electro Optical Search and Track System

Dikembangkan oleh UOMZ (Ural Optical and Mechanical Plant) di Yekaterinburg, sistem OLS-35 IRST (Infrared/Laser Search and Track) menjadi sensor utama ke-dua untuk kontrol penembakan. OLS-35 menggabungkan pelacak pencari arah infra-merah dan perangkat “thermal imaging” untuk deteksi sasaran dan identifikasi menggunakan laser rangefinder/designator dan kamera TV.

Terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada OLS-35 dibandingkan dengan OLS-27 yang terpasang pada keluarga Su-27 sebelumnya. Hal ini karena banyak menggunakan perangkat elekronik, algoritma dan software yang lebih maju. Informasi deteksi jangkauan dan area pelacakan bermacam-macam dari berbagai sumber. Perkiraan jarak deteksi dari ekor pesawat sasaran (tail-on aspect) di perkirakan 70-90km dan hingga 40-50km untuk sasaran non-afterburning berhadapap-hadapan (head-on). Area deteksi dan pelacakan adalah 55-60° ke atas, 15° ke bawah dan azimunth antara 60° – 90°. Laser mampu menjangkau sasaran udara hingga 20km dan sasaran darat pada jarak 30km dengan presisi 5 meter. Sebagai alternative, pada Su-35 bisa dipasangkan system electro-optical baru yang dikembangkan oleh NIIPP (Scientific Research Institute of Precision Instruments Engineering) untuk MIG-35.

Persenjataan

Su-35 mampu membawa muatan seberat 8000kg pada 12 cantelan senjata yang ada. Persenjataan telah dikembangkan dari persenjataan yang ada sekarang dan menambah varian yang ada termasuk beberapa rudal jarak jauh.

Rudal udara ke udara (air-to-air) Su-35, terdiri dari versi R-27 yang lebih maju (R-27ET1, R-27ER1, R-27EP1) dan R-77, rudal jarak menengah baru R-77M. R-73 dan rudal jarak pendek baru R-74M. Hingga 12 buah R-77/R-77M dapat dibawa.

Su-35 juga mampu membawa hingga 5 buah rudal jarak jauh. K-100-1 yang mendapat julukan “very-long range” air-to-air missile (izdeliye 172S, 172S-1), dikembangkan oleh Novator di Yekaterinburg dari versi sebelumnya K-172 (pertama kali dikembangkan tahun 1991 untuk Su-27M). Mempunyai jarak jangkauan 300-400km dan mampu mencapai kecepatan hingga 4000km/h, menahan gaya gravitasi hingga 9G dan menyerang sasaran terbang di ketinggian antara 3m hingga 30.000m.

Rudal udara ke permukaan (air-to-surface), meliputi: hingga 6 rudal Kh-29T/L AGM, Kh-31A AShM, Kh-31P ARM atau hingga 5 rudal Kh-59MK long-range AshM. Persenjataan udara ke darat lainnya adalah pilihan pada bom-bom berpenuntun (guided bomb), bom biasa (un-guided bomb) dan roket. Roket berpenuntun laser juga merupakan salah satu persenjataan yang akan menjadi perlengkapan Su-35.

Status Program Su-35

Prototype pertama Su-35-1 “901” telah di uji coba terbang pada 19 Februari 2008, dan disusul dengan prototype berikutnya Su-35 “902” di uji terbang pada tanggal 2 Oktober 2008 diterbangkan oleh Sergey Bogdan dari lapangan terbang pabrik KnAAPO di Komsomol’sk-na-Amur. Sedangkan prototype yang ke-tiga baru akan di uji coba pada 2009. Su-35 “901” belum diuji terbang dengan misi dan perlengkapan yang lengkap, baru pada prototype ke-dua dan ke-tiga, pengujian dilakukan dengan misi-misi dan perlengkapan yang lengkap secara keseluruhan.

Su-35 direncanakan untuk diserahkan ke Angkatan Udara Rusia mulai tahun 2010 mendatang. Namun apakah uji coba secara keseluruhan dapat diselesaikan sebelum 2010-2011, sebagai awal produksi masal Su-35 akan kita lihat bersama. Mengingat bahwa program ini telah tertunda beberapa kali dari rencana semula yang mulai produksi di tahun 2007, kemudian di tunda menjadi 2009 dan menjadi 2010.

Penundaan berikutnya akan memperkecil potensi komersial di pasar jet tempur dunia melihat persaingan dengan kompetitor lainnya. Termasuk dengan produk Sukhoi sendiri yaitu jet tempur generasi ke-lima T-50 dibawah program PAK-FA. Tidak seperti Su-35, program PAK-FA didukung oleh negara Rusia dan versi ekspor optimis dapat masuk kepasar pada 2020. [DiAs]

Tinggalkan Balasan

Top