You are here
Home > Uncategorized > TNI-AU Bersiap Menerima Sukhoi Kembali

TNI-AU Bersiap Menerima Sukhoi Kembali

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara atau disingkat TNI AU sedang bersiap untuk menerima kembali 3 buah pesawat Sukhoi yang dikirim langsung oleh pihak pabrikan dari Rusia. Tiga pesawat tersebut rencananya akan dibawa oleh pesawat Kargo milik Rusia Antonov langsung dari Rusia ke Pangkalan Udara TNI-AU Hasanuddin, Makassar. Akhir pekan (5/09) ini.

“Iya, Saat ini kita sedang menunggu kedatangan beberapa unit pesawat Sukhoi yang sudah dibeli oleh Pemerintah Indonesia melalui yang berwenang Departemen Pertahanan untuk diserahkan kepada TNI-AU.

Rencananya tanggal 5 September nanti. Di Lanud Hasannudin Makassar,” Jelas Kepala Staf TNI AU Marsekal Imam Sufaat, S.IP, disela-sela acara buka puasa bersama Perwira Tinggi TNI AU di Lingkungan MABES AU, Purnawirawan TNI AU dan Pengurus FASI di Gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa (31/8) Malam.

Menurutnya, kedatangan pesawat Sukhoi ini akan melengkapi jumlah Sukhoi yang sudah terlebih dahulu dimiliki TNI-AU dan kini berada didalam Jajaran Skadron 5 Lanud Hasannudin. “Harapannya, dengan bertambahnya pesawat ini, maka pertahanan udara kita akan semakin kuat,” lanjut mantan Dan Lanud Iswahyudi ini kepada para Wartawan,
termasuk Tim Peliput dari ARC.

Lebih Lanjut, ketika ditanya apakah kedatangan pesawat ini juga sudah merupakan satu paket dengan sistem persenjataannya, KSAU secara tegas menyatakan bahwa sistem pembeliannya berbeda.

“Dari Anggaran yang diajukan terdahulu ialah pembelian pesawatnya terlebih dahulu. Mengenai sistem persenjataannya, Departemen Pertahanan tentunya sudah menyiapkan dan mengajukan paket anggaran lainnya,” Ungkapnya lagi.

Namun, menurut KSAU, Untuk beberapa jenis bom pesawat, Indonesia dalam hal ini, Badan Pengembangan dan Penelitian (BALITBANG) TNI AU sudah mampu menciptakan bom sendiri. Sedangkan untuk peluru (canon???), masih merupakan pekerjaan rumah bagi TNI-AU. Mengingat pekerjaannya masih elektrikal.

Ketika ditanya sejauhmana pemeliharaan dan perawatan pesawat-pesawat yang dimiliki oleh TNI AU semisal Sukhoi dan F16, KSAU dengan tegas menyatakan bahwa TNI-AU sudah mampu melakukan perawatan dan pemeliharaan secara bertahap dan mandiri.

“Pada saat kita memutuskan untuk membeli sebuah sistem persenjataan, misalnya Pesawat, kita langusng menyiapkan sumber daya manusianya juga. Teknisi-teknisi secara bertahap kita kirim ke pabrik pembuatnya untuk menguasai mesinnya. bagaimana memperbaiki dan merawatnya. Kemudian juga, pilotnya. Terakhir kita memberangkatan dua pilot dan
empat teknisi,” kata KSAU lagi. [Wiro-09-2010]

 

Tinggalkan Balasan

Top