You are here
Home > Uncategorized > Airbus A400M – Grizzly Mendarat di Halim

Airbus A400M – Grizzly Mendarat di Halim

 

Sekitar pukul 10:00 wib pagi tadi (18/4), pesawat A400M mendarat di Lanud Halim PK. Disaksikan oleh beberapa pejabat dari TNI-AU, PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Airbus Military serta beberapa wartawan media nasional.

 

Kehadiran pesawat A400M untuk pertama kalinya di Indonesia ini juga sekaligus merayakan peresmian Kesepakatan Kerjasama strategis jangka panjang yang ditandatangani oleh Airbus Military dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) disaksikan oleh Menteri Pertahanan Indonesia, Bpk. Purnomo Yusgiantoro. Peresmian ini akan memulai rencana revitalisasi dan penyempurnaan yang akan berlangsung selama 18 bulan kedepan, sebagai tahap pertama dari kesepakatan kerjasama jangka panjang ini.

A400M adalah pesawat angkut militer terbaru yang dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Bersenjata di abad ke-21, tetapi juga kebutuhan bantuan kemanusiaan dan misi-misi non-militer lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dilengkapi dengan berbagai teknologi muktahir yang merupakan hasil inovasi teknologi di semua bagiannya, mulai dari struktur kerangka udara dan material sampai desain yang aerodinamis, mesin turboprop terbaru, sitem kendali fly-by-wire dan kokpit yang muktahir. Pesawat ini merupakan pesawat transpor militer tercanggih yang pernah dibuat.

Struktur dan Aerodinamika

Struktur A400M menggunakan bahan komposit secara ekstentif namun tetap memperhatikan bobot pesawat. 30% dari struktur terbuat dari bahan komposit, lebih banyak dari yang digunakan di A380. Sebagian besar sayap pesawat dan untuk pertama kalinya dalam sejarah, rangka sayap terbuat dari material komposit. Selain itu, hampir seluruh bagian ekor pesawat (stabilisator horizontal, vertikal dan permukaan kendali), pintu kargo belakang, sponsons (anjungan bawah) dan baling-baling (dengan plat kevlar). Dengan bobot yang lebih ringan, mampu meningkatkan performa pesawat baik dalam daya jangkau maupun kapasitas muatan. Dibandingkan dengan C-130, A400M mampu mengangkut muatan 2 kali lipat dengan jarak yang sama, atau muatan yang sama dengan jarak 2 kali lipat.

Fitur penting lainnya adalah kemampuan A400M menjalankan operasi “intra-theater”. Teknologi yang membuat pesawat mampu mendarat di landasan pendek, lunak dan kasar, difasilitasi dengan 12 roda pendaratan utama dengan peredam kejut yang efisien di dalam struktur pesawat.

Pada saat bongkar muat di darat, dapat dilakukan secara cepat dan mandiri tanpa bantuan peralatan pendukung darat khusus. Dilengkapi dengan katrol berkekuatan 32 ton di dalam pesawat dan (pilihan) derek yang berkekuatan 5 ton/11.000 pon. Dioperasikan oleh seorang juru kargo dari sebuah terminal komputer, dimana petugas dapat merencanakan bongkar muat dari pusat data muatan.

Selain itu, alat pendaratan dapat “berlutut” untuk mengurangi sudut ramp hingga sampai 6,7 derajat, sehingga mampu memfasilitasi bongkar muat kendaraan besar atau peralatan berat seperti helicopter atau kendaraan lapis baja, Dengan luas ruang muatan 340 meter kubik, A400M mampu mengangkut beban seberat 30 ton / 66.000 pon sejauh 2.450 nm / 4.500 km atau 20 ton / 44.000 pon sejauh 3.450 nm / 6.300 km.

Turbofan Paling Muktahir: EPI TP400

Menggunakan 8 bilah baling-baling dengan turboprop 3-poros terbaru yang didesain khusus untuk A400M. TP400 11.000 shp/8.200kW yang dikembangkan oleh Europon International (EPI), konsorsium yang terdiri dari Rolls Royce, Snecma, MTU dan ITP, merupakan turboprop terkuat yang pernah dibuat. Digerakkan oleh 4 mesin, A400M mampu melaju di ketinggian 37.000 kaki dan dengan kecepatan antara Mach 0.68 hingga 0.72. Hal ini berarti pesawat angkut ini dapat terbang di atas kondisi cuaca buruk dan masuk ke wilayah terbang pesawat komersial. Mampu di pacu hingga kecepatan 110kt / 200km/jam untuk mengisi bahan baker helicopter atau mengantarkan perlatan dan persediaan.

Penempatan baling-baling yang saling memutar berlawanan arah, dengan dua baling-baling luar berputar kea rah yang berbeda dengan dua baling-baling dalam atau dikenal dengan sebutan “down between engines” (DBE), mampu mengurangi bobot structural pesawat. Sistem ini mampu mempertahankan keseimbangan pesawat saat empat mesin bekerja, dan meningkatkan kualitas kendali jika terjadi kerusakan di mesin luar. Hal ini mengurangi ukuran ekor pesawat hingga 17% yang juga menurunkan bobot dan hambatan pesawat. Akibat lainnya adalah kemungkinan untuk meningkatkan daya angkat sebesar 4% di kecepatan rendah, sehingga mengurangi rangka yang diperlukan, yang menghasilkan pengurangan sebesar 8% dari permukaan stabilisator pesawat.

Fly-by-Wire

Fitur lainnya dari A400M adalah system kendali terkomputerisasi fly-by-wire yang telah digunakan secara luas di pesawat-pesawat sipil komersial. Kontrol fly-by-wire memberikan kesempatan pesawat mengimplementasikan “flight envelope protection”, mencegah pesawat kehilangan kendali, mampu memberikan kesempatan kepada pilot untuk bekerja secara optimal dalam melakukan manuver-manuver kritis di kondisi ekstrim hanya dengan menarik penuh tongkat kendali ke belakang.

Kokpit A400M memiliki 8 tampilan besar layar kristal cair yang dapat diubah-ubah. Enam dari layar ini – 3 untuk tiap pilot – menampilkan tampilan kendali penerbangan utama, tampilan navigasi, video atau pengaturan, sementara 2 layar yang lain digunakan untuk memantau system.

Layar-layar Sistem Manajemen Penerbangan (FMS) ini diatur melalui tombol papan tuts alfa-numerik untuk mempermudah pemasukan data. Ditambah lagi, kedua layar di atas kepala digunakan untuk menampilkan informasi tambahan kendali penerbangan.

A400M juga memiliki Head Up Display (HUD) yang dapat dilipat. HUD memberikan informasi penerbangan utama pada pilot bersamaan dengan perintah dan panduan penerbangan dari Pengarah Penerbangan di saat fase misi kritis, seperti pendaratan di landasan yang tidak layak, pengisian bahan baker di udara atau penerbangan rendah.

Sistem Enhanced Vision (EVS) berdasarkan teknologi Forward Looking Infra Red (FLIR) menghasilkan sensor yang menampilkan gambar dari lingkungan di depan pesawat pada kondisi visibilitas rendah. Gambar EVS ini ditampilkan pada HUD untuk memberikan pilot informasi visual tambahan.

Ketahanan dan Keandalan

A400M memiliki kemampuan perlindungan diri yang mumpuni karena kemampuan yang dimilikinya seperti: kelincahan bermanuver, kemampuan terbang rendah, kemampuan menanjak dan menukik tajam. Sistem kendali penerbangan fly-by-wire yang responsive dan tahan terhadap kerusakan, dikendalikan oleh 4 komputer kendali yang independent, kokpit lapis baja (armoured) dan kaca depan yang anti peluru. Di samping itu, mesin turbofan EPI TP400 yang bersih dan mengeluarkan tanda inframerah minimal; penggunaan gas anti bocor di tangki bahan baker, serta jalur hidrolik dan kabel yang terpisah.

Pesawat dirancang untuk selalu siap sedia dengan tingkat keterandalan 98.7% pada saat masih baru. Sepanjang 12 tahun pengoperasiannya, A400M hanya memerlukan 84 hari di darat untuk perawatan wajib. Perawatan lainnya dapat dilakukan selayaknya pada pesawat komersil Airbus A320. Hal ini tentu akan menekan biaya.

Secara keseluruhan, A400M adalah pesawat paling efisien dan serbaguna di kelasnya. Akankah TNI-AU berminat untuk memiliki pesawat ini ? Sementara itu, pada saat konferensi pers, Menteri Pertahanan mengatakan bahwa keunggulan pesawat ini akan evaluasi namun tidak akan dimasukkan dalam pengadaan alutsista hingga tahun 2015.[DiAs]

{gallery}a400m{/gallery}

Tinggalkan Balasan

Top