You are here
Home > Uncategorized > Press Tour& OutBond DISPEN MABES TNI-AU

Press Tour& OutBond DISPEN MABES TNI-AU

 

Tanggal 30 Mei hingga 1 Juni 2012 lalu Dinas Penerangan TNI AU mengadakan press tour dan outbond bagi jurnalis media massa Jakarta dan Malang. Mereka yang berjumlah 33 orang tersebut terdiri dari awak media televisi, koran, dan media portal atau website. Berkenan mengawal dan mengikuti langsung setiap kegiatan, Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU: Marsekal Pertama TNI Azman Yunus. Rombongan bertolak dari Pangkalan udara Halim Perdanakusuma dengan menggunakan pesawat angkut berat Herkules C-130 bernomor ekor A-1308.

 

Tiba ditempat tujuan, Pangkalan Udara AbdulRachmanSaleh, Malang, Jawa Timur, berkenan menerima langsung adalah Komandan Pangkalan: Marsekal Pertama TNI Gutomo. Dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat datang di Lanud AbdulRachman Saleh, Dan Lanud berharap para awak media bias menambah wawasannya mengenai Lanud yang dipimpinnya beserta fasilitasnya.

Dalam acara press tour sendiri, para jurnalis diajak melihat-lihat prasarana dan sarana yang ada di lanud Abudlrachman Saleh tersebut. Mulai dari Skadron Udara 32 yang merupakan satuan pesawat angkut berat dengan pesawat andalan Hercules C-130, Skadron Udara 21 yang merupakan homebase pesawat OV-10 Bronco, dan juga skadron pesawat Cassa atau skadron 4. Selain itu ada pula satuan pemeliharaan pesawat dan tehnik pesawat udara yang berada di bawah Depo pemeliharaan 30.

Sorenya, bertempat di Skadron Paskhas 464 “Nanggala”, dilakukan upacara pembukaan Outbond bagi awak media. Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kadispen AU Marsekal TNI Azman Yunus. Dalam sambutannya, KadispenAU meminta agar setelah mengikuti press tour dan outbond ini, para jurnalis yang biasa meliput kegiatan di lingkungan TNI-AU, semakin mengenal dan terbiasa dengan dinamika yang terjadi di TNI-AU. Dengan outbond ini pula, diharapkan semakin mempererat keakraban antara jurnalis dan anggota DISPEN Mabes AU.

Setelah melepas penat sejenak dan menikmati santap malam, acara outbond dimulai dengan ‘icebreaking (pemecah kekakuan). Dimana, diskenariokan, wartawan yang semula diajak pesiar ke kota Malang, ternyata dalam perjalanan dihadang dan ditawan oleh gerombolan geng motor kota Malang. Selanjutnya, oleh kawanan yang tidak lain adalah para Anggota Skadron Paskhas 464, para jurnalis yang sudah ditutup mata dan diikat tangannya tersebut di bawa ke area lain yang masih merupakan wilayah pangkalan Abdulrachman Saleh. Untuk selanjutnya mengikuti sesi jurit malam atau Caraka.

Caraka adalah sebuah istilah untuk personel atau anggota pasukan yang membawa pesan untuk disampaikan ke pusat komando tentara yang bersangkutan. Isi pesan bisa bermacam-macam. Mulai dari perintah perang atau meminta bantuan. Kenapa selain disebut caraka, juga disebut jurit malam? Karena dalam prakteknya, selain membawa pesan, seorang tentara dilatih kemampuan panca indera, dan kemantapan jasmani serta rohani. Seperti para jurnalis yang malam itu berperan sebagai caraka. Selain harus menghapal isi pesan untuk dibongkar atau dibacakan ulang di pos terakhir, mereka tidak hanya melewati medan yang lumayan berat. Seperti sungai atau bukit terjal. Tetapi juga kekuatan mental mereka juga diuji. Dengan menampilkan suasana atau wujud yang terkesan mistis atau di luar nalar manusia.

Pada hari kedua, outbond dimulai dengan pengenalan cara bertahan hidup di daerah bencana atau daerah pertempuran. Semisal hutan. Para wartawan diperkenalkan dengan tumbuh-tumbuhan hutan yang aman untuk dimakan. Tidak ketinggalan, selain dikenalkan dengan jenis hewan buas, diperkenalkan juga cara menghindar dari serangan binatang buas. Semisal ular. Selain itu, wartawan juga dikenalkan dengan sistem persenjataan yang biasa digunakan oleh prajurit TNI AU. Wartawan juga diajak untuk mencicipi permainan yang dipandu oleh para pelatih prajurit paskhas AU. Tidak sekedar bermain, mereka juga diajarkan untuk bekerjasama dalam memecahkan masalah. Terakhir sebelum ditutup, para wartawan juga berkesempatan mencicipi peralatan ketangkasan dan kesamaptaan prajurit yang ada di lingkungan Lanud AbdulRachman Saleh. Seperti Rappelling, Flyfox, penyebrangan kering dan memanjat jala.

Keluar sebagai peserta outbond terbaik adalah Ifan Tri Yanto dari majalah Defender dan peserta terkocak Abel dari Tempo Malang. @ Suharso-ARC web.

Tinggalkan Balasan

Top