You are here
Home > Uncategorized > The Truth About Viet Cong (bagian ke-1)

The Truth About Viet Cong (bagian ke-1)

Untuk mengangkat profil pejuang Viet Cong (VC), penulis punya pengalaman salah kaprah terhadap mereka di masa sekolah dasar dahulu. Setiap menyebut VC, penulis langsung mendeskripsikan dengan sosok Asia berpakaian piyama hitam atau baju petani, topi caping ala pak tani ato topi rimba, sandal Ho Chi Minh hitam, kantong magasen AK di dada, dan pasti menenteng senapan AK-47. Kalo melihat perambah hutan lewat mirip penggambaran tadi (minus AK), pasti sudah penulis teriakin dan heboh sendiri “Viet Cong!Viet Cong!Ratatatatat..”, hehehe… Untuk AK-47 sendiri penulis pernah melihat perdebatan sengit dua penggila sejarah perang yang mempermasalahkannya. Satu pihak bilang VC memang bersenjatakan AK-47, tapi pihak yang berseberangan bilang VC sebenarnya tidak ada yang menggunakannya. Lucunya, dua orang yang berdebat itu melewatkan adegan dokumenter sejarah perang Vietnam yang memperlihatkan dua orang VC berlari dimana orang yang di depan membawa AK-47 dan yang dibelakang membawa Simonov SKS. Satu lagi, setiap menyerbu pasti rame-rame dan ujung-ujungnya pasti kalah melawan tentara AS. Tapi kalo dikejar-kejar tentara AS, pasti tidak ketemu separah apapun luka sang VC.

Well, hal tadi wajar terjadi melihat pemahaman awal tentang perang Vietnam sangat dipengaruhi oleh film-film Hollywood yang masuk ke Indonesia di era tahun 80-an. Semua film baik yang berkualitas maupun yang kacangan (tapi laris-laris aja) biasa menggambarkan VC seperti itu. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi jadi sedikit tidak otentik buat penggemar sejarah dunia. Untuk itu penulis akan mencoba memaparkan secara sederhana profil pejuang rakyat Vietnam ini. Bila ada kesalahan, penulis minta maaf dan akan kembali belajar.

PERKENALAN

Viet Cong (untuk selanjutnya disebut VC) merupakan pemberontak atau lebih tepatnya pejuang kemerdekaan di wilayah Selatan Vietnam – the Republic of Vietnam (RVN). Walaupun warga RVN, mereka ingin menjatuhkan pemerintahan serta ikut menyatukan Vietnam Utara dan Selatan sebagai satu Negara Vietnam. Perlawanan ini didukung oleh pihak pemerintah Utara – the Democratic Republic of Vietnam (DRV) pimpinan Ho Chi Minh dan angkatan bersenjata Vietnam Utara (Quan Doi Dang Dan atau PAVN). PAVN biasa disebut North Vietnamese Army (NVA).


(ket: Tiga gerilyawan Viet Cong dengan tiga arsenal berbeda. SKS, RPD, dan AK-47)

Awal penyematan nama Viet Cong sendiri merupakan versi singkat dari salah satu partai komunis Vietnam Selatan yaitu Dang Viet Nam Cong San (Vietnamese Communist Party). Berasal dari Front Nasional untuk Kemerdekaan Vietnam Utara (Mat tran Dan toc Giai phong mien Nam Viet Nam), atau National Liberation Front (NLF). Angkatan bersenjatanya adalah People’s Liberation Armed Forces (Quan Doi Giai Phong Nhan Dan, disingkat PLAF) atau biasa disebut People’s Liberation Army (Quan Doi Giai Phong, disingkat PLA).


(Beberapa pejuang Viet Cong menyusuri anak sungai Mekong dengan perlengkapan sederhana.)

Prajurit AS biasa memanggil mereka dengan sebutan “VC”, “Victor Charlie”, “Charlie”, atau hanya “Cong”. Sebagian lainnya menggunakan istilah yang cenderung rasis seperti “Gook”, “Dink”, “Slope”, “Slope Head”, “Zip”, dan “Zipper Head”. Sayangnya istilah-istilah rasis tadi sering di alamatkan ke masyarakat sipil Vietnam juga bahkan kepada orang Asia lainnya. Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah tahun 1990, penulis pernah melihat seorang ekspatriat asal AS yang mabuk dan mengusir anak-anak dari area pertambangan minyak dengan sebutan “Gook”.

Pejuang Vietnam sendiri lebih suka menyebut diri mereka sebagai tentara (chien si) atau seperti pejuang kemerdekaan kita (thu chien). Karena berasal dari rakyat atau bukan tentara reguler yang terlatih, VC sangat tidak bisa ditebak. Terkadang bisa menyerang dengan taktik yang sempurna, tidak jarang malah dengan serangan berantakan. Sebagian mau berjuang sampai mati, sebagian malah gampang panik dan tercerai-berai. Kenekatan dan keberanian unit Sapper yang siap bunuh diri ke target-target militer sangat ditakuti pihak Selatan dan prajurit AS. Akan tetapi secara umum veteran perang Vietnam asal AS di beberapa forum militer banyak yang mengagumi ketahanan dan dedikasi perjuangan para pejuang rakyat ini.


(Seorang Sapper wanita tertangkap sebelum berhasil bunuh diri di target yang telah ditentukan. Perhatikan rangkaian sabuk granat yang ia kenakan.)

Dukungan Utara melalui NVA sangat dibutuhkan VC dan bisa membuat mereka bertahan melalui bantuan baik secara politis, pengkaderan, persenjataan, dan pendidikan militer. Hubungan ini bukan satu arah saja, tidak jarang NVA mendapatkan info intelijen, petunjuk medan, dan lain-lain dari VC. Sebagian besar kekuatan VC mendapatkan tambahan beberapa personil NVA mulai tahun 1964. Setelah serangan akbar tahun baru Tet bahkan komposisi NVA di satuan VC lebih banyak hingga lebih dari 80 persen. Biasanya prajurit NVA juga anggota Partai Pekerja Vietnam (Dang Lao Dong Viet Nam, atau disingkat Lao Dong).

Seperti pejuang kemerdekaan kita, pihak VC juga adakalanya mendapatkan senjata dan data intelijen dari pihak lawan dengan menyamar. Untuk mendapatkan ilmu bertempur sering gerilyawan VC menyusup ke Angkatan Bersenjata Vietnam Selatan (ARVN) ketika yang lainnya memilih mencuri ilmu dan persenjataan dari organisasi keamanan dan paramiliter Selatan. Langkah ini bukan tanpa resiko dan seringkali berakhir kematian bila tertangkap basah melakukan tindakan pencurian baik data intelijen maupun persenjataan.

Bersambung.

Tinggalkan Balasan

Top