You are here
Home > Artikel > Korea Selatan Pamerkan Radar AESA untuk KFX, Desain Final Selesai 2018

Korea Selatan Pamerkan Radar AESA untuk KFX, Desain Final Selesai 2018

Proyek pesawat tempur gabungan Korea Selatan-Indonesia KFX mencatatkan kemajuan setelah perusahaan Hanhwa yang ditunjuk untuk membuat sistem radar AESA (Advanced Electronically Scanned Array) memamerkan purwarupa radar mereka yang pertama di hadapan para juru warta Korea Selatan. Radar tersebut dipamerkan di fasilitas perusahaan di Yongin, Propinsi Gyeonggi.

Upaya Hanhwa untuk mengembangkan radar AESA ini dilakukan setelah Amerika Serikat menolak untuk memberikan teknologi penting untuk pengembangan radar tersebut. Hanhwa ditunjuk oleh DAPA, badan riset dan pengembangan militer Korea Selatan, dengan anggaran senilai US$310 Juta pada tahun 2016 untuk dapat menyelesaikan sistem radar AESA secara mandiri.

Hanhwa sendiri diketahui telah melakukan penjajakan kepada sejumlah perusahaan kampiun pembuat sistem radar seperti Thales dari Perancis, SAAB dari Swedia dan juga Elta dari Israel untuk melakukan pengembangan bersama untuk sistem radar dimaksud.

Dalam unjuk kemampuan sistem radar yang dilakukan di laboratorium, enjinir dari Hanhwa menunjukkan spektrum gelombang yang dipancarkan oleh radar, yang bisa dibelok-belokkan secara elektronik tanpa perlu sistem mekanik yang membelokkan piringan radar. Sistem AESA memungkinkan penggunaan radome yang kompak, sehingga memperkecil radar cross section. Sementara dengan kemampuannya beroperasi dalam multi frekuensi, radar AESA akan lebih sulit untuk dikacaukan (jamming).

Betapapun, pekerjaan Hanhwa masih jauh dari sempurna. Software yang mampu mengendalikan sistem radar AESA tersebut masih disusun, dan target penyelesaiannya juga masih lama. Artinya, KFX Block I yang akan diproduksi nantinya kemungkinan besar tidak akan menggunakan radar AESA Korea Selatan tersebut.

Target DAPA sendiri adalah selesainya desain final untuk fisik radar AESA tersebut pada tahun 2018, diikuti masa evaluasi dan penyempurnaan pada perangkat lunak untuk mengendalikannya. Di luar proyek KFX, Korea Selatan nantinya juga akan menggunakan radar tersebut untuk modernisasi pesawat tempur F-16K.

(kredit foto: Yonhap)

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: