You are here
Home > Industri Strategis > AI AX308, Pengantar Kemenangan Sniper TNI AD dalam AASAM 2017

AI AX308, Pengantar Kemenangan Sniper TNI AD dalam AASAM 2017

Dari sejumlah senapan dan pistol yang dibawa oleh kontingen TNI AD dalam kompetisi AASAM  2017 di Puckapunyal Military Range, terselip satu senjata yang tidak dibuat oleh pabrik anak negeri. Jika pistol G2, senapan serbu SS2-V4HB, dan senapan mesin SM2 lahir dari rahim PT.Pindad, tidak demikian halnya dengan senapan runduk yang digunakan.

Dari foto yang diunggah Facebook Angkatan Darat Australia, kontingen TNI AD nampak menggunakan senapan runduk buatan perusahaan Accuracy International yaitu AX308. Hasilnya, beberapa mata lomba di kelas sniper berhasil direbut seperti kelas eliminasi sasaran bernilai tinggi (Sniper High Value Target Match), skenario sniper 1, dan juga sniper bounce back. Semuanya memperoleh hasil medali emas.

Mengenai AX308 sendiri, senapan runduk ini dilahirkan oleh perusahaan pembuatnya untuk menggantikan senapan runduk AI Arctic Warfare/ L96 kaliber .308. AI AW sendiri merupakan senapan runduk standar untuk beberapa kesatuan khusus TNI mulai dari Kopassus, Paskhas, dan Tontaipur.

Nah, kehadiran AX308 dalam AASAM 2017 sebenarnya bukan pertama kali AX308 tampil di hadapan publik. Sebelumnya sudah diketahui kalau Kostrad, Paskhas, Kopassus, dan bahkan Brimob Polri pun sudah mengadopsi AX308 sebagai salah satu standar senapan runduk.

Perbedaannya, TNI mengadopsi AX308 dalam laburan lapisan Cerakote tahan karat berwarna hijau zaitun untuk rangka AX308. Polri membeli AX308 dalam laburan warna hitam, sesuai dengan warna seragam Gegana Brimob yang menggunakannya. Selain warna, spek antara AX308 TNI dan Polri sama persis, termasuk jenis teleskop yang digunakan. Penggunaan yang meluas oleh TNI/Polri ini boleh jadi sebuah pengakuan akan kualitas.

AX308 sendiri dibangun dengan receiver yang menempel pada rangka dan sasis alumunium secara permanen, menghasilkan senapan yang sangat rigid. Sasisnya sendiri dicetak menyatu  dengan gagang pistol dan rumah magasen. Popornya sendiri didesain dengan model lipat, untuk memudahkan dibawa bermanuver.

Ada dua jenis popor yang disediakan, popor rangka (skeletal stock), atau popor yang berbentuk L. Yang dipilih TNI AD adalah model berbentuk L terbalik dengan bantalan bahu yang bisa disesuaikan panjangnya, serta bantalan pipi yang bisa disetel ketinggiannya menggunakan mur setelan, semua disesuaikan dengan postur penembaknya.

Jika ada yang disukai dari seluruh senapan buatan perusahaan Accuracy International, adalah betapa mantap tarikan pelatuknya. Saat telunjuk menempel ke pelatuk, senapan seolah bisa bicara kapan harus menariknya, seiring seirama dengan tarikan nafas dan konsentrasi ke sasaran. Penulis belum pernah mencoba AX308, tetapi sudah pernah menembakkan AI AW.

Jika pada AW saja mengenai siluet baja dari jarak 300 meter begitu mudah dilakukan, AX308 sebagai penerus pasti lebih baik lagi. Sasaran sejauh 800-1.000 meter pasti bisa ditaklukkan sniper berpengalaman. Yang paling menyenangkan, beban tarikan pelatuk pada AX308 dapat dibuat lebih berat atau ringan hanya dengan menyetel baut di pangkal pelatuk, sesuai pilihan penggunanya.

AX308 dipasok dengan magasen berbahan baja dengan kapasitas 10 butir peluru. Pasokan peluru yang naik dari magasen ke kamar dibuat minim gesekan untuk mencegah perubahan bentuk peluru, yang dapat menyebabkan pengaruh negatif ke akurasi. Untuk melepas magasen tinggal mengungkit tuas yang terletak di depan pelindung pelatuk (trigger guard).

Bagian terbaik dari AX308, dan menjadi kunci dari akurasinya, tentu adalah pada sistem gerendel dan larasnya. Gerendel pada AX308 menggunakan model 3 kaki (lug) pengunci yang tebal untuk mengunci peluru di kamarnya. Untuk mengangkat gerendel pengokang hanya butuh ayunan ke atas sejauh 60 derajat. Tarikannya sudah pasti mantap tanpa gesekan berlebihan, dan juga tanpa goyang sama sekali.

Laras pada AX308 sendiri tentu menggunakan laras ekstra tebal, untuk menjaga suhu laras agar tetap dingin dan memastikan akurasi tertinggi. Ujung larasnya dimahkotai dengan peredam hentakan berbentuk tabung dengan dua tingkap, yang membuang gas hasil penembakan ke kiri dan kanan. Laras AX308 juga menggantung bebas, sehingga akurasinya tak terganggu oleh penempelan rel.

Di atas mekanisme AI menaruh sistem rel Picattinny setinggi 20 MOA (Minute of Arc) yang memanjang lurus sampai ke depan. Penembak bisa memasang teleskop, sekaligus dengan optik pengindera malam kalau mau menggunakan kombinasi optik. Rel serupa bisa ditemui pada kuadran samping dan juga bawah, untuk menempelkan kaki-kaki penyeimbang. Di antara kuadran rel terdapat lubang-lubang Key Slot dimana rel tambahan bisa ditempelkan di sini apabila dibutuhkan.

Pada akhirnya, walaupun kita berbangga bahwa TNI AD mayoritas menggunakan produk dalam negeri untuk berlomba, pemilihan senjata sendiri merupakan salah satu taktik dan strategi untuk memperbesar kemungkinan menang.

Ketika TNI AD memilih membawa AX308 pun, pasti sudah didasari pertimbangan yang sangat matang. Apa yang kita harapkan tentu saja, bahwa PT.Pindad kedepannya dapat memproduksi senapan runduk yang memang mampu menandingi bahkan melebihi produk luar seperti AX308. Kita tunggu saja pada AASAM 2019.

Tinggalkan Balasan

Top