You are here
Home > Industri Strategis > Penyelidikan Korupsi di KAI Mengarah ke Direktur Utama

Penyelidikan Korupsi di KAI Mengarah ke Direktur Utama

Penggrebekan yang dilakukan kejaksaan Distrik Seoul terhadap perusahaan KAI (Korean Aerospace Industries) atas tuduhan penggelapan dana dan korupsi terus dilanjutkan. Para penyelidik melanjutkan pemeriksaan atas lima perusahaan subkontraktor yang bekerjasama dengan KAI.

Para penyelidik berupaya mencari bukti-bukti yang bisa disangkutkan ke CEO (Chief Executive Officer) atau Direktur Utama KAI, Ha Sung-Yong. Sang CEO ditengarai melakukan mark up atas biaya litbang sejumlah proyek yang kemudian ditransfer ke rekeningnya. Dana tersebut diduga digunakan untuk memuluskan pemilihannya sebagai CEO untuk masa jabatan kedua.

Anggaran penelitian dan pengembangan yang diduga diselewengkan adalah anggaran yang dipakai untuk mengembangkan helikopter utilitas Surion yang berbasis pada helikopter Puma buatan Airbus Helicopter, serta pesawat jet latih/ serang T-50 dan F/A-50.

Lima anak perusahaan yang diperiksa tersebut diketahui memiliki kedekatan dengan Ha Sung-Yong, dimana dua diantaranya dipimpin oleh sahabat dekat sang CEO, dan hanya menerima kontrak dari KAI saja. Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Korea Selatan menyebutkan bahwa dana yang hilang karena digelembungkan tersebut bernilai US$21,2 juta.

Pada hari Kamis, 20 Juli lalu sang CEO menyatakan akan mengundurkan diri di hadapan para Dewan Direktur dan KAI akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk dapat memilih penggantinya secepat mungkin.
Kejaksaan Korea Selatan juga telah mengeluarkan perintah cekal kepada Ha Sung-Yong dan sejumlah pejabat tinggi KAI lainnya selama penyelidikan masih berlangsung. Para pejabat KAI tersebut akan dipanggil untuk diperiksa begitu pemeriksaan atas sejumlah materi yang disita telah selesai dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Top