You are here
Home > Video > Manca Negara > Mengapa LockMart Gencar Menawarkan F-16V Block 70/72 ke Indonesia?

Mengapa LockMart Gencar Menawarkan F-16V Block 70/72 ke Indonesia?

Hari ini ARcinc berkunjung ke even “F-16 Simulator Experience” yang diselenggarakan Lockheed Martin bersama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di pusat kebudayaan AS di @America. Suasana meriah begitu terasa, berpadu dengan antusiasme pengunjung yang tidak ternyata semuanya ternyata penggemar aviasi.
Anda masih punya satu hari kesempatan lagi untuk mengunjungi even ini pada Minggu, 30 Juli 2017. Jangan lewatkan, karena banyak hadiah yang bisa dimenangkan, termasuk kesempatan duduk di kursi demonstrator kokpit F-16V dan belajar menerbangkannya.
Arcinc tak hendak membahas kapabilitas F-16V Block 72 yang ditawarkan ke Indonesia, karena sudah beberapa kali dibahas di media elektronik. Pertanyaan sebenarnya adalah, kenapa Lockheed Martin begitu gencar melakukan pendekatan, karena sebenarnya porsi even semacam ini lebih tepat untuk dilakukan (dan sudah dikerjakan pula) oleh Lockheed Martin dalam pameran Indo Defence 2016.

Jawabannya mungkin adalah karena lini produksi F-16 sendiri sudah terancam selesai. Sebagai pesawat tempur generasi 4/4,5 yang sifatnya legacy, banyak pengguna yang mempertahankan F-16 di garis depan dan senantiasa meningkatkan kemampuannya, tapi sedikit yang memesan F-16 dalam kondisi baru.
Faktanya, pabrikan Lockheed Martin di awal 2017 sudah memindahkan lini produksi F-16 dari pabrik Air Force Plant 4 di Forth Worth, Texas ke Greenville, South Carolina. Pemindahan tersebut tidak langsung diikuti dengan set up atau persiapan produksi baru, tetapi akan dilakukan cuti atau libur produksi selama dua tahun karena memang tidak ada pesanan F-16 baru. Lokasi lama sendiri akan diisi untuk persiapan produksi F-35.
Fasilitas di South Carolina tersebut ukurannya jauh lebih kecil, dan Executive Vice President Lockheed Martin, Orlando Carvalho, mengakui bahwa biaya adalah latar belakang kenapa keputusan ini dilakukan, termasuk mengapa lini produksinya tidak disiapkan untuk membuat F-16 baru.
Pertaruhan Lockheed Martin ini sangat besar. Kalau order baru tidak segera didapatkan, maka pabrik di South Carolina pun tidak akan pernah beroperasi sama sekali, dan peralatan pabriknya tentu akan dijual, sehingga Lockheed Martin bisa jadi akan memensiunkan F-16 dari daftar produksinya selama-lamanya. Maka, India, Indonesia, dan Taiwan menjadi pertaruhan besar dan terakhir bagi F-16. Hidup lagi, atau langsung mati, itu fakta yang harus dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Top