You are here
Home > Artikel > Rapier Akhirnya Pensiun

Rapier Akhirnya Pensiun

Setelah mengabdi selama lebih dari 30 tahun, rudal pertahanan udara Rapier akhirnya memasuki pensiun. Hal ini dipastikan bersamaan dengan pemusnahan senjata yang dilaksanakan di Gudang 1008 Balkir Guspusjat dan Optik I DITPALAD, pada 18 juli lalu. Pemusnahan senjata ini disaksikan langsung oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono serta Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) DKI Jakarta, diwakili oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara, Jati Wiryawan. Penghapusan dan pemusnahan senjata tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan, tentang Persetujuan Pemusnahan BMN selain Tanah dan atau Bangunan.

Pada kesempatan itu, total ada 347 unit rudal Rapier yang dimusnahkan. Menurut catatan SIPRI, Indonesia membeli total sebanyak 520 buah rudal Rapier dari Inggris pada pertengahan tahun 1980an. Kini secara bertahap, rudal Rapier digantikan oleh Rudal Grom, dan kemudian menyusul Rudal Mistral serta Startstreak. Selama bertugas di TNI-AD, Rapier diopersikan diantaranya di Detasemen Arhanud (Denarhanud) Rudal 001 di Kodam Iskandar Muda, Denarhanud Rudal 002 di kodam VI/Tanjungpura, Denarhanud Rudal 003 di Kodam Jaya dan Denarhanud Rudal 004 di kodam I/Bukit Barisan.

Rapier adalah rudal darat ke udara jarak dekat, yang berperan untuk menghancurkan sasaran berkecepatan tinggi. Kecepatan luncur rudal ini bisa mencapai 2,5 Mach, dan jarak jangkau 6,8 km. Namun ia juga terbilang handal untuk melahap target pesawat tempur yang bermanuver tinggi. Selama kancah perang Malvinas, setidaknya Rapier sudah merontokkan 14 pesawat tempur Argentina.

Selain Rapier, kegiatan penghapusan dan pemusnahan senjata terdiri dari berbagai jenis dan merk sebanyak 13.080 pucuk dengan kondisi rusak berat. Diantaranya yaitu, senjata PM-1 pindad kal 9 mm sebanyak 3.000 pucuk, dan Senjata berbagai jenis dan merk sebanyak 10.080 pucuk.

Pelaksanaan penghapusan senjata dengan cara dirusak, dipotong-potong menjadi beberapa bagian kemudian di musnahkan dimasukan ke dalam tungku pabrik besi untuk dilebur. Secara simbolis KSAD Jenderal TNI Mulyono memusnahkan senjata.

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: