You are here
Home > Industri Strategis > Amerika Serikat Bantah Berikan Teknologi F-16 ke India

Amerika Serikat Bantah Berikan Teknologi F-16 ke India

Persaingan MMRCA (Medium Multi Role Combat Aircraft) untuk Angkatan Udara India belum-belum sudah menghangat. Pangkalnya adalah kerjasama antara pabrik Lockheed Martin dan konglomerasi Tata yang menyatakan siap untuk melakukan produksi F-16 Block 70 atau yang dikenal pula sebagai F-16IN di dalam negeri India.
Janji produksi tersebut menggiurkan mengingat India menerapkan kebijakan ketat “Made In India” dimana barang berteknologi canggih harus diproduksi mayoritas di dalam negeri. Saat menandatangani kerjasama tersebut, Lockheed Martin sesumbar bahwa mereka siap untuk memproduksi F-16IN di India.
Namun cerita mengenai produksi di dalam negeri seharusnya disikapi hati-hati. Antara merakit dan membuat adalah dua hal yang berbeda. Ketika membuat atau memproduksi, artinya teknologi seperti sensor dan radar harus pula diserahkan kepada India agar dapat membuatnya sendiri. Kalau tidak, ketergantungan subsistem tersebut akan tinggi.
Nah, hal inilah yang ingin diketahui Parlemen India saat memanggil Kementerian Pertahanan India. Diwakili oleh Deputi Menteri Pertahanan Subhash Bhamre, jawaban dari pertanyaan parlemen India adalah tidak. Amerika Serikat tidak mau atau tidak pernah menjanjikan bahwa komponen seperti radar AESA APG-83 SABR buatan Northrop Grumman, sistem pod elektro optik, dan perangkat peperangan elektronika akan diserahkan teknologinya ke India.
Ini berarti jikapun F-16IN akan dibuat di dalam negeri, pekerjaan yang dilakukan tidak lebih membuat subkomponen yang kurang krusial dan merakitnya jadi satu di India. Walaupun mungkin dapat menambah lapangan pekerjaan, hal ini tidak banyak berarti bagi kemajuan teknologi India sendiri.
Kejelasan akan metode transfer teknologi membuat F-16 memiliki posisi yang sama dengan JAS-39 Gripen, tidak satupun yang memberikan janji pasti mengenai skema macam apa yang akan digunakan untuk memproduksi pesawat tempur MMRCA di India.

Tinggalkan Balasan

Top
%d blogger menyukai ini: