You are here
Home > Berita > Su-35 Selangkah Lagi…. (dan lagi)

Su-35 Selangkah Lagi…. (dan lagi)

Kementrian Pertahanan dan Kementrian Perdagangan melangkah lebih maju dalam proses pembelian pesawat tempur Su-35. Pembelian 11 unit pesawat tempur sukhoi Su-35 itu nantinya dipastikan menggunakan skema imbal dagang. Dari kontrak USD 1,14 milyar, pemerintah Rusia diwajibkan membeli berbagai produk indonesia senilai 570 juta dollar Amerika.

“Persentase dalam pengadaan SU-35 ini yaitu 35% dalam bentuk ofset dan 50% dalam bentuk imbal beli. Dengan demikian, Indonesia mendapatkan nilai ekspor sebesar USD 570 juta dari USD 1,14 miliar pengadaan SU-35,” jelas Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Kesepakatan ini ditandatangani pada 10 Agustus 2017 lalu, saat pelaksanaan Misi Dagang ke Rusia yang dipimpin oleh Mendag. Pemerintah Rusia dan Indonesia sepakat menunjuk Rostec dan PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai pelaksana teknis imbal beli tersebut. Dalam MoU tersebut Rostec menjamin akan membeli lebih dari satu komoditas ekspor, dengan pilihan berupa karet olahan dan turunannya, CPO dan turunannya, mesin, kopi dan turunannya, kakao dan turunannya, tekstil, teh, alas kaki, ikan olahan, furnitur, kopra, plastik dan turunannya, resin, kertas, rempah-rempah, produk industry pertahanan, dan produk lainnya.

Berbagai produk yang ditawarkan itu kini dalam kajian pihak rusia, termasuk kesepakatan harga masing masing komoditi, apalagi harga komoditi-komoditi tersebut fluktuatif. “Kami akan memilih apakah kita peg harganya atau kita floating harganya. Tetapi kalau terbiasa dengan di dalam bisnis praktis begitu kita tidak melakukan transaksi maka kecenderungan kedua belah pihak kita akan peg harganya”, kata Menteri Perdagangan.

Dalam UU No.16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan khususnya pasal 43 ayat 5 (e) dinyatakan bahwa setiap pengadaan Alpalhankam dari luar negeri wajib disertakan imbal dagang, kandungan lokal dan ofset minimal 85%. Dimana Kandungan lokal dan atau ofset paling rendah 35%. Karena pihak Rusia hanya sanggup memberikan ofset dan lokal konten sebesar 35%, maka Indonesia menegaskan kembali bahwa pembelian SU-35 ini dibarengi dengan kegiatan imbal beli yang nilainya 50% nilai kontrak. Selain itu, nantinya juga akan dibangun pusat perawatan sukhoi di Indonesia. Menteri Pertahanan juga menjelaskan, harga Su-35 sudah ditekan secara maksimal. “Saya udah nawar 2 tahun lah tawarnya. Buka harga 150 menjadi 90. Bukannya nggak hebat tuh?” kata Ryamizard Ryacudu.

Meski demikian, kontrak pembelian Su-35 sendiri belum ditandatangani. Kemhan berjanji selambatnya 2 bulan lagi kontrak pembelian bisa ditandatangani. Setelah itu, 2 tahun kemudian pesawat pertama akan tiba di tanah air.

Tinggalkan Balasan

Top