You are here
Home > Artikel > C-146 Wolfhound, Pesawat Angkut Rahasia Pasukan Komando AS

C-146 Wolfhound, Pesawat Angkut Rahasia Pasukan Komando AS

Jika melihat sosok dan laburan cat warna bergaris biru di badannya, apa bayangan pertama yang terlintas di pikiran pembaca ARCinC? Pesawat angkut baling-baling biasa, seperti yang digunakan banyak maskapai penerbangan dalam negeri macam Lion Air dan Garuda Indonesia Explore untuk rute-rute pendek? Kalau jawabannya iya, selamat, itulah imej yang ingin dibentuk oleh Komando Pasukan Khusus AS atau USSOCOM (United States Special Operations Command).

Nyatanya, pesawat yang dioperasikan oleh Komando Kesatuan Khusus AU AS atau AFSOC (Air Force Special Operations Command) ini adalah pesawat yang menjadi tulang punggung untuk misi-misi khusus, seperti mengirimkan logistik dan perbekalan, angkut pasukan ke titik-titik terjauh di bumi, membawa VVIP secara aman, sampai dengan evakuasi medik bagi pasukan khusus yang terluka di lapangan. Namun tidak pernah ada penanda atau marking lazimnya kalau pesawat ini dimiliki dan dioperasikan oleh militer AS.

Dengan kelir sipil, mudah saja C-146 Wolfhound menyaru di bandara sipil. Coba saja lihat foto yang admin dapatkan, C-146 ini bisa anteng parkir di antara dua pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia di sebuah bandara di Indonesia, padahal sejatinya pesawat ini punya kemampuan untuk mendukung operasi khusus. Pesawat ini jadi mudah memasuki wilayah udara negara manapun karena diregistrasi dan tampil secara sipil.

Nama pesawat tersebut adalah C-146 Wolfhound, yang dibangun dari basis pesawat komuter Dornier 328 buatan Jerman dan dirakit secara lokal di pabrik Fairchild Dornier di Amerika Serikat. C-146A sendiri dimodifikasi secara khusus oleh Sierra Nevada Corporation dengan nilai proyek sebesar US$200 Juta. AFSOC sendiri tercatat memiliki 17 pesawat ini di dalam inventori dan dibagi ke dalam 2 skadron yang beroperasi di Asia Tenggara dan Afrika.

Salah satu C-146 ini pernah terlibat insiden di Indonesia ketika terbang secara rahasia (black flight) sehingga harus dicegat oleh patroli Sukhoi Su-27 SKM TNI AU di atas wilayah Natuna pada tahun 2015 lalu. Thunder Flight Sukhoi TNI AU berhasil mengusirnya pergi, keluar wilayah udara Indonesia. Nah, jika pembaca sempat melihat C-146 ada di bandara yang dikunjungi, ingat-ingat saja, di balik sosok pesawat yang kelihatannya biasa-biasa saja ini, ternyata militer Amerika Serikat menggunakannya untuk tujuan-tujuan khusus.

 

Tinggalkan Balasan

Top