You are here
Home > Artikel > Pengadaan TNI 2018, Korps Marinir Beli Tank dan Panser Angkut Amfibi Baru

Pengadaan TNI 2018, Korps Marinir Beli Tank dan Panser Angkut Amfibi Baru

Selain defile pasukan dan alutsista dalam HUT Korps Marinir TNI AL yang ke-72, salah satu yang ditunggu-tunggu adalah rencana pengadaan baru alutsista Korps Marinir TNI AL. Selain karena memang sebagian panser dan tank amfibi seperti BTR-50P dan PT-76 sudah menua, Korps Marinir sendiri tengah dalam masa pengembangan organisasi dengan pendirian Pasmar 3 di Sorong dan pembentukan YonMarhanlan di Pontianak, Tarakan, dan Sorong.

Pemekaran organisasi itu tentu membawa konsekuensi bahwa Korps Marinir membutuhkan alutsista khususnya pengadaan tank amfibi dan panser amfibi, di luar pengadaan ranratfib, rantis, dan ranratfib pengangkut meriam artileri. Untungnya, posisi strategis Korps Marinir TNI AL sebagai pasukan pemukul TNI membuat pengadaan alutsista tersebut diprioritaskan.

Dalam sambutannya dalam upacara HUT ke-72 Korps Marinir yang bertemakan “Marinir Prajurit Pejuang dan Profesional”, KSAL Laksamana Ade Supandi mengatakan bahwa Korps Marinir akan melanjutkan pengadaan 27 unit tank amfibi dan 22 unit ranpur angkut personil untuk Marinir.

Walaupun tidak menyebut merk, besar dugaan bahwa alutsista tersebut akan didatangkan dari Rusia. Untuk tank amfibi, kemungkinan Korps Marinir akan meneruskan pengadaan tank amfibi BMP-3F yang memang sudah dibeli dalam jumlah besar dan memenuhi kebutuhan Marinir. Kandidat lainnya adalah 2S25 Sprut-SD, tetapi mengingat harganya yang cukup mahal, sepertinya Korps Marinir lebih tertarik untuk membeli tambahan BMP-3F lagi untuk menggantikan PT-76.

Sementara untuk kendaraan angkut pasukan, kandidat terkuatnya tentu adalah BT-3F, yang sudah diinspeksi oleh tim teknis dari TNI AL dan Korps Marinir. BT-3F yang merupakan hasil modifikasi dari BMP-3 menawarkan hull yang dimodifikasi untuk mengangkut pasukan, dengan bentuk mirip seperti BTR-50P yang besar di depan.

Prajurit Marinir keluar dari pintu utama atas yang membuka ke arah belakang dari kabin utama, dimana prajurit yang ada duduk berhadap-hadapan. BT-3F menyediakan akomodasi sampai 14 orang prajurit, masih kalah dari BTR-50P yang akan digantikannya tetapi menawarkan kesamaan mesin dan suku cadang dengan BMP-3F. Satu BT-3F sendiri hanya mengusung sistem senapan mesin sedang 7,62mm untuk perlindungan kendaraan.

Tinggalkan Balasan

Top