You are here
Home > Artikel > Kalau F-35 Pecah Ban, Jet Tempur Bisa Hancur

Kalau F-35 Pecah Ban, Jet Tempur Bisa Hancur

Sejumlah masalah baru terkait dengan program F-35 Lightning II yang coba disembunyikan oleh Angkatan Bersenjata AS dan Pentagon ternyata lebih parah dari yang diduga dan memiliki resiko katastropik. Arcinc.id akan mencoba mengumpulkan informasi itu dan menurunkannya dalam sejumlah tulisan.

Desain sistem pendaratan pada F-35 ternyata memiliki risiko kehilangan kedua jalur rem hidroliknya ketika ban meledak atau pecah saat mendarat.

Masalah ini terungkap dalam dokumen yang diperoleh secara eksklusif oleh Defense News, di mana masalahnya dilabeli sebagai defisiensi kategori 1 oleh Departemen Pertahanan AS (Pentagon), suatu kategori yang diberikan untuk masalah teknis serius yang memengaruhi keselamatan, efektivitas misi, atau persyaratan lainnya.

Menurut dokumen-dokumen tersebut, kekhawatiran yang ada adalah bahwa ban yang pecah akan mengakibatkan hilangnya satu atau kedua sistem hidrolik, yang dapat menurunkan kontrol arah selama peluncuran landasan dan dapat menyebabkan F-35 yang mendarat meluncur keluar landasan pacu tanpa bisa dikendalikan oleh pilotnya.

Uji terpadu di Naval Air Station Patuxent River, yang mendokumentasikan kekurangan pada tahun 2014, pada awalnya “sangat prihatin” bahwa kedekatan saluran hidrolik dapat membuat kemungkinan kegagalan ganda “hampir sama mungkin dengan kegagalan tunggal.

Alhasil, jalur rem dipindahkan di F-35C, mulai dari produksi lot 10 untuk F-35 pesanan Angkatan Laut AS. Namun perubahan serupa ternyata tidak diimplementasikan untuk F-35B milik Korps Marinir AS dan juga F-35A milik Angkatan Udara AS.

Penulis: Weka Ning Mahardhika

Kredit foto: US Navy

Tinggalkan Balasan

Top