You are here
Home > Berita > SF.260 Marchetti: Pensiun Di Indonesia, Terus Gempur Gerilya Di Filipina

SF.260 Marchetti: Pensiun Di Indonesia, Terus Gempur Gerilya Di Filipina

Pesawat latih mula SF.260 Marchetti pernah mendominasi langit negara-negara ASEAN. Singapura menjadi pemakai terbesar dan terlama.

Di Indonesia, TNI AU pernah mengoperasikan pesawat latih SF.260 Marchetti yang dihibahkan dari Singapura pada awal tahun 2000an. Tak lama memang, SF.260 kemudian bisa dipensiunkan ketika KT-1 Wong Bi datang.

Sementara itu, Angkatan Udara Filipina membeli pesawat latih SF-260TP Marchetti dari perusahaan SIAI-Marchetti sebagai pesawat latih lanjut untuk sekolah penerbang AU Filipina.

SF.260 Genet milik Rhodesia

Brunei Darussalam merupakan negara ketiga di Asia Tenggara yang juga mengoperasikan SF-260. Sebagai sebuah pesawat latih, SF-260 yang ditenagai mesin piston Lycoming O-540 berdaya 260hp memang enak dan mudah diterbangkan.

Desainnya juga modern, dengan roda pendarat yang bisa ditarik masuk saat terbang. Dengan kokpit yang diatur bersisian, pesawat ini ideal untuk latih lanjut karena instruktur bisa mengawasi apa yang dilakukan siswa latihnya. Kanopinya juga lebar dan bidang pandangnya luas ke arah depan maupun samping.

Di sisi lain, SF-260 juga memiliki kecepatan yang tinggi, baik saat terbang lurus maupun menanjak. Ini merupakan prasyarat ideal untuk sebuah pesawat serang. Maka pesawat SF-260TP yang dirakit di dalam negeri Filipina pun dikonfigurasi ulang sebagai pesawat serang varian SF-260 Warrior.

Kokpit SF.260

Salah satu ciri pembedanya adalah adanya cantelan senjata di bawah sayap dan juga baling-baling berjumlah tiga bilah dari yang tadinya dua.

SF-260W mampu membawa persenjataan seberat 300 kilogram di bawah sayapnya. Hal ini bisa diterjemahkan menjadi dua buah tabung roket 2,75 inci tipe M260 atau LAU/19, atau dua buah bom 100 kilogram.

Lumayan untuk sebuah pesawat yang tadinya hanya didapuk sebagai pesawat latih. Karena kokpitnya luas, penilaian atas hasil pemboman juga bisa dilakukan sendiri.

SF.260 melakukan pemboman tukik di atas Marawi

SF-260W AU Filipina pertama tiba di bulan Februari 1975. Adalah Skadron Serang ke-17 (17th Attack Squadron) yang dibentuk pada 1 Oktober 1974 yang mengoperasikannya.

Pada 17 Maret 1975, elemen skadron bergabung dengan 15th Strike Wing di Davao untuk melancarkan serangan perdana terhadap gerilyawan komunis di Balabagan, Sapakan, dan Reina Regente di Mindanao.

Tinggalkan Balasan

Top