You are here
Home > Berita > Filipina Operasikan AW159, Unggul Mana Vs AS565 MBe TNI AL?

Filipina Operasikan AW159, Unggul Mana Vs AS565 MBe TNI AL?

Angkatan Laut Filipina hari ini secara resmi mengoperasionalkan 2 helikopter spesialis pemburu kapal permukaan dan juga kapal selam AW159 Wildcat, dikenal juga sebagai Super Lynx buatan perusahaan Westland-Leonardo DRS.

Heli ini berasal dari kontrak pengadaan bulan Maret 2016 dengan nilai 5,4 Milyar Peso. Ditenagai mesin LHTEC CTS800-4N berdaya 1.361 shp sebuahnya, generasi terbaru kelaurga Lynx ini dibangun paripurna, dengan kemampuan terbang sejauh 600 mil dan durasi terbang 5 jam terbang.

Modal AW159 mengendus sasaran permukaan adalah radar AESA (Active Electronic Scanned Array) Leonardo Seapsray 7000E dengan jarak sapuan 200 mil nautik secara 360 derajat, didukung sistem elektro optik untuk identifikasi sasaran pada jarak dekat dan cuaca buruk.

Sementara untuk mengendus sasaran di bawah air, AW159 dilengkapi dengan dipping sonar buatan Thales. Dinamai Compact FLASH, sistem dipping sonar buatan Thales ini bobotnya hanya 267kg, lebih ringan dari L3 HELRAS yang dipakai oleh AS565 MBe Panther TNI AL walau secara kemampuan HELRAS bisa menyelam lebih dalam.

Yang membuat AW159 Wildcat lebih unggul dari AS565 MBe adalah daya gotong beban dan MTOW (Maximum Take Off Weight) yang lebih besar. Artinya, AW159 bisa menjalankan misi ASuW (Anti Surface Warfare) melawan kapal permukaan dan ASW (Anti Submarine Warfare) tanpa perlu mengganti-ganti perangkat.

Bandingkan dengan AS 565 MBe yang harus menggunakan konsol dan sistem terdedikasi. Artinya kalau dikonfigurasi sebagai pemburu kapal selam, ya sudah tugasnya itu saja. Kalau didapuk sebagai heli anti kapal permukaan, ya harus dimodifikasi dan makan waktu lama, termasuk instalasi konsol yang sesuai, radar, dan persenjataan.

Kredit foto: Twitter

Penulis: Aryo Nugroho

Tinggalkan Balasan

Top