You are here
Home > Artikel > HUT Kemerdekaan AS, Tetap F-16 Viper Untuk Indonesia

HUT Kemerdekaan AS, Tetap F-16 Viper Untuk Indonesia

Oh say can you see, by the dawn early light….

Dalam perayaan hari ulang tahun Kemerdekaan AS (US Independence Day) yang ke-243, ARCINC beruntung memperoleh undangan terbatas untuk menghadiri perayaan tersebut di Rumah Dinas Duta Besar AS, Jason Donovan di Jakarta.

Disana, ARCINC menemukan tenda utama dengan tema perayaan Celebrating Diversity, Partnership, and Prosperity (Merayakan Keberagaman, Kemitraan, dan Kesejahteraan), plus keramaian dari tamu undangan termasuk Menkopolhukam Wiranto, Menkeu Sri Mulyani, dan para Duta Besar Negara Sahabat.

Namun di tengah kemeriahan tersebut, tatapan mata ARCINC lebih terfokus pada maket F-16 Viper Block 72. Bukan hal baru memang, maket dengan tail number TS-1625 ini sudah beberapa kali muncul dalam pameran, termasuk Indo Defence.

Tetapi memasarkan jet tempur dalam even semacam ini memang menandai betapa dalam era Trump, Korps Diplomatik AS dan Departemen Luar Negeri harus memegang peranan lebih keras lagi dalam memasarkan alutsista AS.

Menkopolhukam Wiranto, Menkeu Sri Mulyani, dan Dubes Jason Donovan

Jadilah disitu ARCINC juga menerima ‘kode keras’ untuk mengoleksi souvenir berupa lanyard, stiker, service tag, leaflet dan poster untuk 3 produk yang ditawarkan: F-16V, C-130J, dan juga helikopter S-70i Blackhawk. Untuk C-130J jelas akan dibeli, tinggal F-16V dan S-70i saja yang tinggal menunggu dorongan AS.

Sebagai catatan, dalam even ini, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Nampak memberikan kode keras GSP. Memberi sambutan dalam HUT Kemerdekaan AS mewakili Pemerintah RI, Menkeu mengawalinya dengan melontarkan “kode keras”. “Saya berharap hubungan Indonesia dan Amerika akan terus berlanjut dengan luar biasa (great), kuat (strong), dan makmur (prosperous). Saya tekankan ya, Great, Strong, Prosperous, GSP,” kata Sri Mulyani.

Indonesia memang berharap mempertahankan status GSP (Generalised Scheme of Preferences) atau status Negara-negara yang diberi kemudahan dalam perdagangan dengan AS karena terhitung Negara yang butuh insentif. Dan artinya, status GSP itu juga perlu ditukar sesuatu, dalam hal ini, mengutip atimes, kemungkinan tambahan F-16 Viper, dan mungkin, melupakan Su-35.

Tinggalkan Balasan

Top