You are here
Home > Artikel > Di Tangan Israel, Jet Tempur Prancis Bisa Kawin Dengan Rudal Rusia (Bagian II)

Di Tangan Israel, Jet Tempur Prancis Bisa Kawin Dengan Rudal Rusia (Bagian II)

Bagian Pertama, silahkan klik untuk membaca

Para teknisi Israel yang diminta untuk mengawinkan rudal R-73 ke helm DASH awalnya kebingungan. Yang ada di hadapan mereka adalah rudal fisik, tanpa dokumentasi penting pada level source code yang memungkinkan mereka memahami jeroan rudal Rusia tersebut dan menghubungkannya dengan DASH.

Diluar unsur teknis, ada pula masalah hak Cipta. Rusia tentu akan marah besar kalau tahu rudalnya dipasang ke jet tempur asing, namun India rela ambil resiko karena terdesak waktu. Kata sumber perwira AU India, perwakilan Rusia dan Prancis di India kecewa begitu mereka diberitahu soal R-73 ini.

Dalam buku” Indian Air Force, The Case for Indigenisation” karya Komodor Udara Jasjit Singh, dikatakan bahwa para teknisi Elbit diberi akses pada Digibus, otak prosesor utama pada jet tempur Mirage 2000 yang mengatur interface berbagai macam sub-sistem yang ada pada Mirage 2000.

Dalam waktu yang singkat, para teknisi Elbit kemudian mempelajari, mendeduksi fungsi, dan mereka-reka bagaimana Digibus bekerja lalu mengintegrasikan Digibus dengan helm DASH, dan juga dengan rudal R-73, tentu sebuah kesempatan berharga bagi Israel yang tak datang dua kali.

Pada akhirnya, sejarah mencatat bahwa Mirage-2000 membuktikan kegemilangannya dalam Perang Kargil, menjadi jet tempur yang menjalankan sorti terbanyak dan kesiapan tertinggi, terbang dengan membawa R-73 tergantung di bawah sayapnya.

Rahasia bagaimana teknisi Israel dapat memodifikasi rudal R-73 dan memasangnya ke Mirage 2000 disimpan rapat-rapat, dan baru 20 tahun kemudian, dalam peringatan perang Kargil, Angkatan Udara India memamerkan 1 unit Mirage 2000 Vajra dengan rudal R-73 di pylon terluarnya!

Tinggalkan Balasan

Top