You are here
Home > Berita > TNI AU Uji Smart Hunter Di Angkasa Yudha 2019

TNI AU Uji Smart Hunter Di Angkasa Yudha 2019

Seperti diketahui, Paskhas TNI Angkatan Udara mengoperasikan sistem pertahanan udara jarak titik berbasis rudal atau MANPADS (Man Portable Air Defense Systems) Qian Wei-3 (QW-3) buatan Tiongkok selain juga Chiron MANPADS dari Korea Selatan.

QW-3 yang dioperasikan mengandalkan darto atau radar moto jelas tidak punya jangkauan deteksi di luar LoS (Line of Sight) yang hanya berkisar 1-3 kilometer saja. Sementara itu, pangkalan udara yang harus dilindungi cukup luas.

Nah, disinilah peranan radar TH-5711 Smart Hunter, radar mobil yang mampu mendeteksi kehadiran jet tempur atau pembom lawan yang mendekat. Terpasang di atas sasis Nissan Frontier 4×4, Smart Hunter mampu bergerak, mendeteksi sasaran, dan mengirim data kepada 12 unit penembak QW-3 menggunakan jalur wifi.

Smart Hunter ini dikendalikan oleh 4 orang prajurit yaitu 1 orang komandan, 1 pengemudi, dan 2 operator untuk radar maupun konsol kendali yang disebut OCT (Operation Command Terminal). Antena radarnya sendiri bisa dilipat saat bergerak.

Uji luncur QW-3

Kemampuan Smart Hunter yang diterima TNI AU pada 2011 dengan jumlah 3 unit ini cukup lumayan, mampu mendeteksi pesawat sejauh 30 kilometer. Kehadirannya tentu sangat krusial bagi pasukan pertahanan pangkalan.

Tidaklah mengherankan bila Smart Hunter menjadi sistem yang tidak boleh ketinggalan dalam gelaran Angkasa Yudha (AYU) 2019 ini, menjadi dirigen udara bagi pasukan yang mengoperasikan QW-3.

Kredit foto:

sampul: Seputar Indonesia.com

foto lain: paskhas.mil.id

Tinggalkan Balasan

Top