You are here
Home > Geopolitik > Gempita Malaysia 8×8 Mortar Carrier, Selayaknya Pindad Anoa Mengikuti

Gempita Malaysia 8×8 Mortar Carrier, Selayaknya Pindad Anoa Mengikuti

Di awal bulan Juli, Tentera Darat Diraja Malaysia membuka selubung operasional varian panser 8×8 Gempita varian mortir yang dioperasikan oleh 12th RMR (Royal Malay Regiment) dan juga 19th RMR.

Gempita 8×8 Mortar Carrier sendiri mengusung mortir 120mm Thales 2R2M (Rifled, Recoiled, Mounted Mortar) semi automatic atau dikenal sebagai MEPAC, mortir yang sama dengan yang digunakan pada ranpur Adnan ACV-S. Ini merupakan peningkatan, dimana sebelumnya TDM mengoperasikan mortir 81mm di Adnan ACV-S.

Baca juga: Pindad MT-LBu-GPM-10, ranpur lawan kebakaran hutan

Thales 2R2M sendiri terhitung mortir canggih dan juga dipilih AD Prancis untuk mempersenjatai MRAP Griffon varian pengusung mortir. Mortir ini cukup dioperasikan oleh 2 orang, juru tembak dan pengisi.

Karena sistem pengisiannya semi otomatis dari breech bukan lagi dari mulut laras, mortir bisa menembakkan sampai 10 peluru per menit, mengurangi jumlah kendaraan pembawa mortir yang harus digunakan per baterai mortir dan kerapatan tembakan yang tinggi.

Keunggulan lainnya, mortir 120mm 2R2M memiliki jarak jangkau mencapai 9-14 kilometer, jauh lebih baik dibanding mortir 81mm dengan jarak maksimal 5-6 kilometer.

Untuk kekuatan mekanis, jarak jangkau mortir 120mm memberikan jaminan keamanan karena panser pengusung tidak perlu mendekat ke sasaran, yang membuat posisi kendaraan terekspos ancaman senjata lawan tank atau senapan otomatis lawan.

Baca juga: Terrex 2, Sukses tembus pasar Arab Saudi Saingi Pindad

Thales 120mm 2R2M di VAB

Dengan fakta bahwa panser Pindad Anoa Mortar Carrier masih mengandalkan mortir 81mm, mungkin sudah waktunya TNI AD sebagai operator memikirkan untuk mulai memodernisasi doktrin dan memperkenalkan mortir 120mm untuk pasukan infantri mekanis.

Sementara untuk Panser Pindad Anoa sendiri, jika berkaca dengan panser VAB 6×6 di AD Prancis, integrasi mortir Thales 2R2M bisa dilakukan dengan lancar pada platform tersebut, jadi Anoa pun seharusnya tidak masalah untuk menggunakan mortir otomatis.

Masa kita masih terus tertinggal dari militer Malaysia?

Tinggalkan Balasan

Top