You are here
Home > Berita > Rotor Ekor Getar-getar, Australia Grounded Heli MRH-90 Taipan

Rotor Ekor Getar-getar, Australia Grounded Heli MRH-90 Taipan

Australian Aviation (27/7) melaporkan bahwa ADF (Australian Defense Forces) dilaporkan telah membekukan operasi armada 47 helikopter Airbus MRH 90 Taipan setelah pendaratan darurat baru-baru ini yang disebabkan oleh getaran rotor ekor.

Sebuah laporan di Fairfax Media mengatakan bahwa MRH 90 Angkatan Laut sedang terbang dari LHD HMAS Adelaide di lepas pantai Queensland ke Brisbane baru-baru ini ketika mengalami getaran berlebih, yang menyebabkan MRH-90 itu kembali dengan hati-hati ke kapal.

“Kapten heli membatalkan misi dan kembali ke HMAS Adelaide untuk pendaratan darurat,” kata laporan itu, mengutip juru bicara Pertahanan. “Tidak ada personil yang terluka dalam insiden itu.”

Defence.gov.au

Baca juga: Erdogan: AS Macam-macam dengan S-400 Kami, Turki Batalkan Pesanan Boeing!

Angkatan Laut mengoperasikan enam MRH 90 dari seluruh armada ADF yang lebih besar, dan secara teratur melakukan perawatan, yang sebagian besar dilakukan oleh Airbus di Bandara Brisbane atau tim gabungan Airbus dan Angkatan Darat di Townsville.

Pesawat dioperasikan oleh Skadron 808SQN Angkatan Laut Australia di Nowra, dan Skadron A dan B dari 5 Resimen Penerbangan (5Avn) Angkatan Darat Australia di Townsville.

Baca juga: Kapal mata-mata China Intai Latihan Militer Gabungan AS-Australia

Pembekuan operasi tersebut mengikuti laporan ABC bulan lalu yang mengungkapkan Proyek AIR 9000 Fase 2, 4 dan 6 yang menghasilkan akuisisi MRH 90 dalam tiga batch.

Pengadaan helikopter ini untuk awalnya melengkapi dan pada akhirnya menggantikan S-70A-9 Black Hawk dan helikopter Sea King milik Angkatan Laut masih masuk dalam daftar proyek pemerintah yang bermasalah.

Baca juga: Amerika Serikat Akui Bahwa Kemampuan AL Cina Akan Lampaui Mereka Dalam 1 Dekade Mendatang

MRH 90 semula dijadwalkan telah dinyatakan beroperasi penuh (FOC) pada tahun 2014, yang sampai saat ini belum tercapai secara utuh.

MRH-90 dalam latihan tahun 2014. defence.gov.au

Akibatnya, Angkatan Darat telah dipaksa untuk mempertahankan sekitar selusin S-70 Black Hawk untuk peran pendukung operasi khusus sekitar lima tahun di luar jadwal pensiun yang semula direncanakan.

Baca juga: Kalau AS, Australia, dan Jepang Gabungkan Kekuatan Laksanakan Pendaratan Amfibi

Pembekuan operasi (grounding) kemungkinan akan memiliki efek signifikan pada kemampuan ADF untuk memberikan serangan udara dan dukungan logistik untuk Latihan multi-nasional Talisman Sabre yang saat ini sedang berlangsung di Queensland tengah.

Seluruh sumber foto: Defence.gov.au

Tinggalkan Balasan

Top