20 Unit M-109 Akan Pekuat Artileri Medan TNI-AD

Jika sebelumnya pernah beredar berita, adanya delegasi dari Pussenarmed TNI-AD berkunjung ke Belgia untuk menengok meriam swagerak roda rantai M-109A4, maka tampaknya pengadaan meriam itu kini menjadi hampir nyata. Biaya untuk pengadaan meriam M-109A4 sudah tercantum jelas dalam Nota Keuangan serta RAPBN 2017 Republik Indonesia. Bahkan jumlah yang dibeli pun sudah tersebut yaitu sebanyak 20 unit.

 

Demikianlah hasil telisik ARCinc di Nota Keuangan dan RAPBN 2017, yang ringkasannya dibacakan oleh Presiden Joko Widodo dalam sidang tahunan MPR 2016 pagi tadi (16/08). Dalam anggaran 2017, Kementrian Pertahanan mendapatkan jatah total sekitar Rp 104 Trilyun. Dari jumlah total tersebut tentu masih harus dibagi ke anggaran Mabes TNI dan masing-masing Angkatan. Nah yang menarik adalah dalam program modernisasi alutsista, tercantum jelas pengadaan 20 unit meriam swagerak M-109. Meski tidak disebut variannya, sumber ARCinc menyebutkan varian yang dilirik adalah M-109 versi A4. Dibandingkan pendahulunya, versi A4 ini memiliki kelebihan proteksi nubika dan sistem elektronika.

Dengan masuknya M-109A4 ke jajaran Artileri Medan TNI-AD, maka ini merupakan sebuah lompatan teknologi dan gaya gempur. Ini mengingat artileri Swagerak beroda rantai yang saat ini masih beroperasi adalah AMX-13 MK61 dengan kaliber meriam 105mm. Apalagi, munisi M-109A4 bisa menggunakan munisi meriam 155mm standar NATO yang juga sudah dioperasikan oleh TNI-AD.

Oiya, dalam nota keuangan juga disebutkan pengadaan 24 unit ranpur pengganti Saracen dan Saladin. Hingga kini belum diketahui pasti ranpur mana yang akan menggantikan kedua jenis ranpur sepuh tersebut. Apakah panser Anoa dan Badak, atau dari jenis lain. Tapi konon Ranpur ASCOD buatan Spanyol sudah mengintai.

 

 

Leave a Reply