Sekali Lagi Soal AW-101 TNI-AU

Kabar itu datang dari Inggris dan seketika menjadi perbincangan jagad pemerhati militer tanah air. Dikutip dari situs Rotorblur yang dibuat oleh penggemar kedirgantaraan dan kolumnis majalah militer bernama Rich Pittmann, tersaji dua buah foto yang menarik perhatian. Pria yang tinggal di dekat RNAS Yeovil yang juga digunakan sebagai pangkalan uji helikopter pabrikan Westland ini memotret helikopter AW101 yang tengah diujicoba….dalam kelir TNI AU!.  Dalam keterangan yang menyertai foto tersebut, AW101 yang diterbangkan memiliki C/N (Construction Number) 50248 dan tertera nomor registrasi ZR343.

Bila ditelusuri ke situs database nomor seri helikopter, AW101 ZR343 merupakan varian dari AW101 Mk641 yang dikonfigurasi untuk VVIP (Very Very Important Person) berdasarkan pesanan AU India. ZR343 yang merupakan kode untuk helikopter purwarupa yang sedang menjalani uji terbang heli serial produksi ke-6 dari total pesanan India.  India sendiri memberikan kode tail number ZW-4301 sampai dengan ZW-4312 untuk AW101 pesanannya, dan ZR343 dalam registrasi AU India seharusnya menerima kode ZW-4306. AU India menandatangani kontrak dengan Agusta Westland pada 2010 untuk 12 unit AW101 VVIP yang akan dijadikan helikopter angkut untuk Presiden, Perdana Menteri, dan pejabat negara India.

Sayangnya, karena pembelian helikopter tersebut tersangkut skandal suap, India akhirnya membatalkan pembelian AW101 sehingga helikopter tersebut disimpan oleh AgustaWestland dan ditawarkan kepada negara lain dalam keadaan new old stock. Bahkan sebagai sarana promosi, AgustaWestland merelakan heli ini digunakan dalam ajang pertemuan petinggi NATO pada akhir 2014. Nah tawaran inilah yang kemudian disambut oleh TNI AU yang memang membutuhkan penambahan alutsista baru khususnya helikopter angkut berat untuk memenuhi Minimum Essential Forces. Jumlah yang dicatat masuk dalam inventori TNI AU hanya satu unit AW101 itu saja, belum ada penambahan yang lain.

Dari segi kemampuan, AW101 didesain sebagai helikopter angkut berat generasi baru yang canggih. Dilengkapi dengan tiga mesin, AW101 mampu menempuh jarak terbang sampai 1.390km hanya dengan mengandalkan bahan bakar internalnya. Apabila diperlukan, AW101 dapat dipasangi aerial refuelling probe untuk membawanya terbang semakin jauh lagi. Diawaki oleh dua orang kru (atau plus orang ketiga sebagai juru tembak/ crew chief), AW101 mampu menampung bobot seberat 3 ton. Pilot dan kopilot dimanjakan dengan lima MFD yang tersusun sebaris, memudahkan untuk dilihat dan diamati.

 

Ukuran kabinnya sebesar 28m3 yang lega membuatnya mampu menampung kendaraan seperti Land Cruiser, atau sampai 40 penumpang tanpa perlengkapan, atau 27 prajurit dengan perlengkapan tempur. Untuk konfigurasi VIP, jelas sangat nyaman sekali, penumpangnya dapat berdiri tegak di dalam kabin helikopter laksana berada di dalam pesawat terbang, dilengkapi sofa yang sangat nyaman, dan bahkan memiliki fasilitas shower untuk mandi, yang hanya dapat digunakan di darat.

Leave a Reply