Megahnya Penyambutan Sang Raja: Persiapan Logistik Menyambut Raja Salman di Indonesia

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al-Saud, ke Indonesia merupakan rencana kunjungan yang tidak biasa. Raja Salman berniat berkunjung selama sembilan hari, mulai tanggal 1 – 9 Maret 2017, dengan membawa rombongan sekitar 800 orang jajaran menteri dan pejabat negara Arab Saudi. Lawatan ini menjadi peristiwa bersejarah bagi Indonesia, dikarenakan kunjungan terakhir seorang Raja Arab Saudi dilakukan terakhir oleh Raja Faisal, 46 tahun yang lalu.

Skala kunjungan ini tentunya berskala masif untuk sebuah kunjungan kenegaraan, dan memerlukan persiapan alur logistik yang prima. Maka sebelum kedatangan rombongan kerajaan, berbagai armada yang mengantarkan logistik untuk acara tersebut dikerahkan, termasuk oleh berbagai pesawat udara milik maskapai Saudi Arabia, Saudi Arabian Airlines/Saudia (kode IATA: SV). Tidak tanggung-tanggung, pesawat Boeing B747-400, B747-200, B777, B747 jenis freighter, B757, B737-800, dan bahkan pesawat C-130 milik kerajaan Arab Saudi pun dikerahkan untuk memastikan semua logistik yang diperlukan rombongan terhantarkan dengan baik.

Pesawat-pesawat tersebut akan berdatangan ke Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP) dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali (DPS). Layanan ground handling bagi kedatangan pesawat tersebut didukung oleh PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS Airport Services). Pengiriman kargo kerajaan di bandara-bandara tersebut sudah dilakukan sejak 15 Februari 2017 sampai Kamis 23 Februari 2017. Deputi Direktur Operasional JAS Airport Services, Subiyono, mengatakan, “Kami secara khusus men-deploy Main Deck Loader dari Cengkareng dengan kapasitas 32 ton untuk menaikkan dan menurunkan kargo mereka.”

Kargo berupa dua unit mobil Mercedes-Maybach S600 “Guard” telah tiba di Denpasar pada tanggal 18 Januari 2017 dengan maskapai penerbangan Saudi Arabian SV 6833.

S600 “Guard”

Selain itu, bahkan turut dikirimkan pula, sebuah kargo yang tidak umum, berupa tangga pesawat motorized, khusus Raja Salman beserta rombongan, serta sejumlah perlengkapan lain di HLP dan DPS sejak pagi hari Selasa, 21 Februari 2017. Pesawat maskapai SV 6854 tiba pertama di HLP pada pukul 24.00 WIB, lalu dilanjutkan penerbangan ke DPS dengan ketibaan pukul 07.00 WITA, khusus untuk mengantarkan tangga tersebut.


Station Manager JAS di Halim Perdanakusuma, Satriana mengatakan bahwa JAS akan melayani 20 penerbangan Kerajaan yang telah dimulai sejak 15 Februari 2017 lalu. Sementara General Manager JAS di Denpasar, Heri Lukmanto, menambahkan bahwa Bali sendiri akan melayani 9 penerbangan SV.


Ketika logistik telah diatur, lalu bagaimana mengakomodir “parkir” para pesawat berubuh tambun tersebut? Kementerian Perhubungan telah merancang rekayasa parkir untuk pesawat-pesawat tersebut. Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agoes Soebagio mengatakan, pesawat VVIP Raja Salman akan diparkir dan menginap di tempat parkir (parking stand) B27 Bandara Ngurah Rai Denpasar, atau tempat parkir B17 sebagai alternatif.

Sementara itu, pesawat pendukung akan diparkir di tempat parkir B22-B26. Jika pesawat tersebut menginap, maka pesawat pendukung akan ditempatkan di apron Selatan atau dipindahkan ke HLP dan SUB (Bandara Juanda, Surabaya). Untuk pesawat C-130 Hercules sendiri akan ditempatkan di tempat parkir B28-B29.

Ingin melihat seperti apa gambaran armada pesawat Saudia? Anda bisa melihatnya di tautan ini.


Sekilas PT Jasa Angkasa Semesta Tbk

PT Jasa Angkasa Semesta Tbk (JAS) bergerak di bidang Ground & Cargo Handling yang berdiri sejak tahun 1984. Saat ini JAS beroperasi di 12 bandara di Indonesia serta melayani 34 maskapai penerbangan internasional dan 7 maskapai penerbangan nasional dan mengantongi sertifikat IATA Safety Audit for Ground Operations (ISAGO).


Galeri kedatangan logistik kunjungan Raja Faisal:

 

Sumber berita:
Dokumentasi PT. JAS
Kompas

Leave a Reply