KRI RE Martadinata Resmi Perkuat TNI-AL

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, meresmikan dan mengukuhkan Kapal Perang KRI Raden Eddy Martadinata – 331 pada Jumat, 7 April 2017 di Dermaga Podok Dayung TNI AL, Jakarta Utara. KRI ini merupakan kapal pertama proyek kapal SIGMA 10514 PKR (Perusak Kawal Rudal) yang penandatanganan kontraknya dilakukan oleh Kementrian Pertahanan Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda, Damen Schielde Naval Shipbuilding (DSNS) pada 10 Juni 2012.

Kapal tempur dengan panjang 105,01 meter, lebar 14,02 meter, dan berbobot penuh 2.946 ton ini diklaim menerapkan teknologi siluman (stealth) yang mengeliminasi tampakan kapal dari layar sensor kapal musuh. Kapal kombatan yang mampu melaju hingga kecepatan 28 knot ini juga didesain untuk menjalankan berbagai misi. Yaitu peperangan anti kapal atas air, peperangan anti kapal selam, peperangan anti serangan udara dan peperangan elektronika.

Pelaksanaan pembangunan sebelumnya dilakukan oleh DSNS dan PT PAL Surabaya. Pemotongan alat baja pertama (first steel cutting) dilakukan di Vlisingen, Belanda pada tanggal 15 Januari 2014 dan peletakan tunas dilakukan di PT PAL 16 April 2014. Fregat ini merupakan kapal kombatan utama TNI AL pertama yang dibangun di galangan dalam negeri.

Adapun persenjataan yang dimiliki KRI Raden Eddy Martadinata 331 antara lain Mariam utama OTO Melara 76 mm Super Rapid Gun, serta Rudal Exocet MM40 Block 3 yang jarak jangkaunya bisa sampai sejauh 180-200 km. Untuk anti Serangan Udara, KRI REM menggunakan Rudal Mica merupakan yang mampu beroperasi di segala cuaca serta dapat menyergap sasaran sejauh 20-25 km dengan ketinggian 9144 meter. Selain itu ada pula Torpedo A-244S merupakan jenis torpedo ringan berpandu yang memiliki kemampuan khusus dapat mengincar sasaran di perairan dangkal serta Meriam Close In Weapon System (CIWS) Millennium 35 mm untuk menangkis serangan udara dan ancaman permukaan jarak dekat.

Nama Raden Eddy Martadinata pertama kali diabadikan pada tahun 1974 sebagai nama KRI Fregat kelas Samadikun dengan nama KRI Martadinata-342 yang sebelumnya merupakan kapal eks AL Amerika Serikat dari jenis Destroyer Escort (DE) yang diserahterimakan pada 31 Januari 1974. Kiprah penting KRI Martadinata-342 salah satunya adalah saat melaksanakan tugas pengawalan terhadap operasi pendaratan amfibi di Timor Timur dalam rangka gelar Operasi Prihatin dan Operasi Seroja pada tahun 1975.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *