You are here
Home > Berita > Sepi Order, Airbus Perlambat Produksi Pesawat Angkut Berat Incaran Indonesia

Sepi Order, Airbus Perlambat Produksi Pesawat Angkut Berat Incaran Indonesia

Airbus bersama OCCAR (Organisasi Eropa Untuk Kerjasama Persenjataan) telah menandatangani amandemen kontrak untuk produksi dan pengadaan pesawat angkut berat A400M, yang dilakukan pada awal bulan Juni.

Dalam amandemen kontrak tersebut, Airbus meminta agar produksi A400M diperlambat karena dengan kondisi sekarang, Airbus menderita kerugian dan tekanan finansial yang sangat besar, termasuk potensi denda karena keterlambatan penyerahan pesawat.

Potensi denda lainnya karena sejumlah spek atau kapabilitas militer yang belum bisa dibuktikan atau disertifikasi. Amandemen yang disebut “global re-baselining” ini bertujuan untuk menjamin eksekusi program A400M yang tepat, dan membantu prospek ekspor A400M ke seluruh dunia.

Berdasar amandemen tersebut, Airbus hanya akan memproduksi 8 A400M per tahun sampai 2020, turun dari 15 unit pada 2018 dan 11 unit pada 2019 sehingga Airbus memiliki waktu untuk memasarkan A400M untuk pasar ekspor, dibandingkan produksi yang harus berhenti karena order sudah selesai dan pabrik ditutup.

A400M sendiri diketahui tengah diincar oleh Indonesia untuk dibeli oleh Pelita Air sebagai jembatan udara nusantara yang menghubungkan pusat produksi dengan wilayah terpencil dan menurunkan biaya logistik, salah satu hal yang hendak dicapai oleh Presiden Joko Widodo.

kredit foto: Republika

Tinggalkan Balasan

Top